Wednesday, July 1, 2020

TUGAS ADIMINISTRASI JARINGAN , PERTEMUAN 10

Studi Kasus - Tugas Individual

Perusahaan XYZ memiliki 3 kantor Cabang. Pada kantor cabang 1 memiliki 7 komputer yang terhubung menggunakan kabel serta terdapat 3 Laptop yang terhubung menggunakan media Wireless. Sedangkan pada kantor cabang 2, memiliki 10 komputer yang terhubung menggunakan kabel. Dan kantor cabang 3 memiliki 5 komputer. Anda sebagai seorang Network Administrator diminta untuk melakukan konfigurasi terhadap ketiga kantor cabang tersebut dengan ketentuan, sebagai berikut:
1. Melakukan konfiguarsi IP Address dengan menggunakan Subnetting pada perangkat Komputer dan Laptop yang terhubung. Tidak dianjurkan menggunakan /24,
2. Berikan IP Address dengan menggunakan subnetting /30 terhadap interface yang terhubung secara langsung dari router ke router,
3. Terapkan konfigurasi Routing Dynamic,
4. Serta pastikan seluruh Client di Kantor Cabang 1, kantor cabang 2 dan kantor cabang 3 dapat saling terkoneksi dengan baik \
5. Setelah jaringan berjalan sesuai dengan fungsinya, upload dokumentasi pembuatan jaringan kedalam blog
 -Tanton juga youtube kita: https://youtu.be/AD54sROG6iI
 Penyelesaian:
1.Buka Software Cisco Packet Tracer Student
2.Lalu Buat Skema jaringan Perusahaan tersebut seperti gambar dibawah:

3.Lalu Masuk ke Router 1 dan atur CLI nya berikut kodinganya:

Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname R1
R1(config)#int s0/0/1
R1(config-if)#ip add 10.20.2.1 255.255.255.252
R1(confif-if)#no shutdown
R1(config-if)#ex
R1(config) int s0/1/0
R1(config-if)#ip add 10.20.1.5 255.255.255.252
R1(config-if)#no shutdown
R1(Config)int Fa0/1
R1(Config-if)#ip add 10.1.20.1 255.255.255.224
R1(config-if)#no shutdown
R1(Config-if)#ex
R1(config)#router eigrp 1
R1(config-router)#network 10.20.1.0
R1(config-router)#network 10.20.2.0
R1(config-router)#network 10.1.20.0
R1(config-router)#no auto-summary
R1(config-router)#ex
R1(config)#ip dhcp pool cabang1
R1(dhcp-config)#default-router 10.1.20.1
R1(dhcp-config)#dns-server 10.1.20.1
R1(dhcp-config)#network 10.1.20.0 255.255.255.224
R1(dhcp-router)#ex
R1(config)#do wr
Building configuration...

[OK]

4.Setelah itu lanjut ke Router 2 dan atur CLI nya berikut kodingannya:

Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname R2
R2(config)#int s0/1/0
R2(config-if)#ip add 10.20.1.6 255.255.255.252
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#ex
R2(config)#int s0/1/1
R2(config-if)#ip add 10.20.3.10 255.255.255.252
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#ex
R2(config)#int Fa0/1
R2(config-if)#ip add 10.2.20.1 255.255.255.224
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#exit
R2(config)#router eigrp 1
R2(config-router)#network 10.2.20.0
R2(config-router)#network 10.20.1.0
R2(config-router)#network 10.20.3.0
R2(config-router)#no auto-summary
R2(config-router)#ex
R2(config)#ip dhcp pool cabang2
R2(dhcp-config)#default-router 10.2.20.1
R2(dhcp-config)#dns-server 10.2.20.1
R2(dhcp-config)#network 10.2.20.0 255.255.255.224
R2(dhcp-config)#ex
R2(config)# do wr
Building configuration...
[OK]

5.Lalu ke Router 3 dengan kodingan CLI sebagai berikut:

Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname R3
R3(config)#int s0/1/1
R3(config-if)#ip add 10.20.3.9 255.255.255.252
R3(config-if)#no shutdown
R3(config-if)#ex
R#(config)#int s0/0/1
R3(config-if)#ip add 10.12.2.2 255.255.255.252
R3(config-if)#no shutdown
R3(config-if)#ex
R3(config)#int Fa0/1
R3(config-if)#ip add 10.3.20.1 255.255.255.240
R3(config-if)#no shutdown
R3(config-if)#ex
R3(config)#router eigrp1
R3(config-router)#network 10.20.2.0
R3(config-router)#network 10.20.3.0
R3(config-router)#network 10.3.20.0
R3(config-router)#no auto-summary
R3(config-router)#ex
R3(config)#ip dhcp pool cabang3
R3(dhcp-config)#default-router 10.3.20.1
R3(dhcp-config)#dns-server 10.3.20.1
R3(dhcp-config)#network 10.3.20.0 255.255.255.240
R3(dhcp-config)#ex
R3(config)#do wr
Building configuration...
[OK]

6. Setelah semua router di koding selanjutnya buka semua pc dan laptop ganti IP Configuration yang tadinya static menjadi DHCP




7. Setelah selesai lakukan percobaan ping antar pc yang ada di cabang 1 ke cabang 2 dan cabang 3

    SS Hasil ping PC cabang 1 ke cabang 2

SS Hasil ping PC cabang 1 ke cabang 3
SS Hasil ping PC cabang 2 ke cabang 1

SS Hasil ping PC cabang 2 ke cabang 3
SS Hasil ping PC cabang 3 ke cabang 1

SS Hasil ping PC cabang 3 ke cabang 2




Wednesday, April 15, 2020

TUGAS ADMINISTRASI JARINGAN

Nama   : Karisma Akbar Maulana
NIM     : 13180810
Kelas    : 13.4B.21

Konfigurasi Legancy Inter-VLAN Routing

  • Skema Jaringan Komputer Legancy Inter-VLAN Routing



  • Hasil uji menggunakan Command Prompt



Monday, March 30, 2020

PERBEDAAN MODEL KAMANAN JARINGAN WIRELESS_Administrasi Jaringan


PERBEDAAN MODEL KAMANAN JARINGAN WIRELESS

     Berikut ini adalah perbedaan model keamanan jaringan wireless menggunakan :
  1. WEP
  2. WPA
  3. WPA2
  4. HOTSPOT LOGIN
PENJELASAN :

1.   WEP
WEP adalah security untuk wireless yang agak lama. Jenis security ini mudah untuk dicrack atau disadap orang luar/suatu metode pengamanan jaringan nirkabel atau wireless. WEP menggunakan 64 bit dan 128 bit, WEP hanya boleh memasukan 0-9 dan A-F (hexadecimal). Kepanjangan key bergantung jenis security anda, jika 64 bit anda dapat memasukan 10 key dan untuk 128 key anda dapat masukkan 26 key. Tidak boleh kurang dan lebih.

Enkripsi WEP menggunakan kunci yang dimasukkan oleh administrator ke client maupun access point, kunci tersebut harus cocok dari yang diberikan access point ke client, dengan yang dimasukkan client untuk authentikasi menuju access point dan WEP mempunyai standar 802.11b.
Sekarang sudah banyak yang meninggalkan WEP karena banyaknya kelemahan sehingga penggemar wifi maupun orang yang memiliki kemampuan hacking wireless dapat dengan mudah membobol enskripsi tersebut.
Kelemahan WEP antara lain :
  •        Masalah kunci yang lemah dengan menggunakan algoritma RC4 dapat dengan mudah dipecah
  •        WEP menggunakan kunci yang bersifat statis
  •         Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32)
  •         Masalah initialization vector (IV) WEP

2.       WPA
WPA adalah security yang lebih update dari WEP. WPA-PSK mempunyai descryption yang ada pada WEP. WPA adalahmodel compatible dengan spesifikasi standar draf IEEE 802.11i. adanya WPA yang menggantikan WEP mungkin membuat pengguna wireless sedikit lebih tenang karena mempunyai mekanisme  enkripsi yang lebih kuat daripada WEP. Mungkin saat ini sudah ada yang mampu memecah enkripsi WPA, tetapi mungkin memerlukan waktu yang lama untuk memecahkan enkripsi tersebut. Namun bukan tidak mungkin seiring berkembangnya ilmu dan teknologi suatu saat WPA akan dengan mudah  dipecahkan dalam waktu yang lebih cepat. Panjang key adalah 8-63, anda boleh memasukkan sama (64 hexadesimal/ASCII).

3.      WPA2
WPA2/PSK adalah security terbaru untuk wireless dan lebih bagus dari WEP dan WPA-PSK, tetapi masih bisa untuk di crack atau disadap tetapi sangat memakan banyak waktu.  Dalam WPA2-PSK ada dua jenis decryptionAdvanced Encryption Standard (AES) dan Temporal Key Integrity Protocol (TKIP). TKIP banyak kelemahan oleh itu lebih baik anda gunakan AES. Panjang key adalah 8-63, anda boleh memasukkan sama ada 64 hexadecimal atau ASCII.
Oleh karena itu saya sarankan kepada anda untuk memakai WPA2-PSK (AES), selain lebih aman, WPA2-PSK lebih lama untuk crack. Tapi ingat! Anda perlu pastikan wireless router anda dan wifi adapter anda support WPA dan WPA2.

4.        HOTSPOT LOGIN
Hotspot adalah suatu istilah bagi sebuah area dimana orang atau user bisa mengakses jaringan internet asalkan menggunakan PC, laptop atau perangkat lainnya dengan fitur yang ada WiFi (Wireless Fidelity) sehingga dapat mengakses internet tanpa media kabel. Definisi hotspot yang lain adalah area dimana seorang client dapat terhubung dengan internet secara wireless (nirkabel atau tanpa kabel) dari PC, Laptop, notebook ataupun gadget seperti handphone dalam jangkauan radius kurang lebih beberapa ratus meteran tergantung dari kekuatan frekuensi atau signalnya.
Sistem keamanan Wi-Fi masih jauh dari sempurna. Dari dua pilihan sistem keamanan yang tersedia (WEP atau WAP), manakah yang layak anda gunakan. Fleksibilitas dan kenyamanan koneksi merupakan dampak positif yang paling kita rasakan saat menggunakan jaringan Wi-Fi. Akan tetapi, koneksi Wi-Fi juga menyimpan risiko keamanan tersendiri. Sifat yang secara nirkabel secara tidak langsung membuka celah PC anda bagi siapa saja yang ikut serta dan bila perlu menyadap lalu-lintas data yang ditransmisikan dalam jaringan Wi-Fi.
Hingga saat ini dua standar keamanan dalam jaringan Wi-Fi sudah disodorkan. Standar yang pertama adalam WEP (Wired Equivalent Protocol), disusul standar WPA (Wi-Fi Protected Access). WEP mengamankan lalu lintas informasi pada jaringan Wi-Fi dengan menggunakan sistem “kunci pengaman” yang disebut “WEP key”. Dengan WEP key ini semua lalu lintas data terlebih dahulu di-encode atau encrypt sebelum ditransmisikan ke udara sehingga mencegah akses terhadap pihak yang tidak berkepentingan.



Sumber :


WLAN (Wireless Local Area Networking)_Administrasi Jaringan



WLAN (WIRELESS LOCAL AREA NETWORK)



      A.   Pengertian WLAN (Wireless Local Area Networking)
      WLAN adalah singkatan dari Wireless Local Area Network yaitu suatu jenis jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai alat atau media transmisi data. Informasi atau data ditransfer dari satu komputer ke komputer yang lainnya menggunakan gelombang radio. WLAN juga sering disebut dengan Jaringan Nirkabel atau jaringan wireless.

B.   Komponen - Komponen  WLAN (Wireless Local Area Networking)

       Komponen-komponen WLAN, pada umumnya seperti:
  • Mobile atau Desktop PC – Perangkat akses untuk user, mobile PC biasanya sudah terpasang pada port PCMCIA. Tetapi untuk Desktop PC umumnya harus ditambahkan wireless adapter melalui PCI card ataupun USB.
  • Access Point – Perangkat yang menjadi sentral koneksi dari user ke ISP, Access-Point memiliki fungsi untuk mengkonversikan sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui media kabel, ataupun disalurkan ke perangkat WLAN yang lainnya dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi radio.
  • WLAN Interface – Peralatan yang dipasangkan di Mobile atau desktop PC (Personal Computer), peralatan yang dikembangkan secara massal yaitu dalam bentuk PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) card, PCI card maupun melalui port USB.
  • Antena – Antena external (optional) yang dipakai untuk memperkuat daya pancar. Antena tersebut dapat dirakit sendiri oleh pengguna/user.
   C.   Kelebihan dan Kekurangan WLAN (Wireless Laocal Area Networking)
          Kelebihan : 
  • Mobilitas tinggi – Memungkinkan pemakainya untuk mengakses informasi dimana pun dia berada tentunya dalam jangkauan WLAN, tak terpaku pada satu tempat saja. Mobilitas yang tinggi tentunya bisa meningkatkan kualitas layanan dan kualitas produktivitas.
  • Mudah dan kecepatan instalasi – Instalasi WLAN tergolong mudah dan juga cepat, sebab dapat dilakukan tanpa harus memasangkan kabel di atap/dinding.
  • Sangat Fleksibel – Memungkinkan untuk membuat jaringan komputer dimana kabel tidak memungkinkan untuk digunakan.
  • Menurunkan biaya kepemilikan – Meskipun biaya investasi awal untuk perangkat keras WLAN lebih mahal daripada LAN, tapi biaya instalasi dan perawatan jaringan WLAN lebih murah, sehingga secara total dapat menurunkan besar biaya kepemilikan.
  • Scalable – Dapat menggunakan berbagai macam topologi jaringan komputer sesuai dengan kebutuhan.
         Kekurangan   :
  • Kerahasian dan keamanan data kurang terjamin.
  • Biaya peralatannya rata-rata mahal.
  • Delay (penundaan) yang besar.
  • Adanya masalah propagasi radio misalnya seperti: terhalang, terpantul & banyak sumber interferensi.
  • Kapasitas dari jaringan menghadapi keterbatasan spektrum (pita frekuensi tak dapat diperlebar akan tetapi dapat dimanfaatkan secara efisien).
    D.  Standard Wireless IEEE 802.11
           
    Jaringan nirkabel biasaya dikenal dengan istilah jaringan WiFi (Wireless Fidelity), untuk jarak jangkauan dalam satuan sekian ratus meter, dengan daya sekian puluh mW. Wireless LAN yang paling populer adalah jaringan 802.11b. Wireless LAN membutuhkan access point di mana semua perangkat wireless terhubung ke access point tersebut, yang kemudian menghubungkan user ke jaringan kabel. Wireless LAN digunakan di gedung perkantoran, kampus, atau rumah, supaya user bisa berbagi satu koneksi Internet. Terdapat beberapa standar untuk teknologi wireless LAN, diantaranya adalah :
  • 802.11b, perangkat dengan standar versi ini mempunyai kecepatan transfer data sampai 11Mbps pada frekuensi 2,4 GHz.
  • 802.11a, perangkat dengan standar versi ini  mempunyai kecepatan transfer data sampai 54 Mbps pada frekuensi 5 GHz.
  • 802.11g, perangkat dengan standar versi ini mempunyai kecepatan transfer data sampai 54 Mbps pada frekuensi 2,4 GHz. Wireless LAN merupakan teknologi yang berhasil dan populer, yang menyebar luar dan diintegrasikan ke dalam laptop sebagai perangkat standar.
    E.  Topologi yang digunakan pada jaringan WLAN :
  Teknologi yang digunakanoleh jaringan WLAN dan LAN juga berbeda, jika pada WLAN menggunakan teknologi wireless (IEEE 802.11) sedangkan jaringan LAN menggunakan teknologi ethernet (IEEE 802.3). Menurut standar IEEE untuk WLAN ada dua model topologi utama, yaitu :
  • AdHoc
  • Infrastruktur


   1.     Jaringan Ad Hoc                                                                                                                                Jaringan Ad Hoc merupakan suatu jaringan yang terdiri dari dua atau lebih piranti wireless yang berkomunikasi secara langsung satu sama lain. Sinyal yang dihasilkan oleh interface adapter Jaringan Wifi adalah berarah Omni keluar ke rentang jangkauan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan, dan juga sifat dari piranti yang terlibat. Jangkauan ini disebut sebagai suatu area layanan dasar (BSA – Basic Service Area). Jika dua piranti berdekatan pada jangkauan satu sama lain, mereka bisa berkomunikasi satu sama lain, dan segera membentuk  2  node jaringan.  Piranti jaringan yang berada pada area layanan dasar disebut suatu set layanan dasar (BSS – Basic Service Set).
Jika ada satu lagi piranti wireless mendekat masuk dalam jangkauan BSA ini juga bisa berpartisipasi dalam jaringan. Akan tetapi jaringan Ad Hoc tidaklah transitive , artinya jika dua piranti A dan B saling berkomunikasi dalam jangkauan piranti A, maka jika ada satu piranti C masuk dalam jangkauan piranti B tetapi tidak masuk dalam jangkauan A, maka piranti C tidak bisa berkomunikasi dengan piranti A.
Berbeda dengan jaringan infrastruktur, jaringan ad-hoc tidak membutuhkan sebuah wireless lan untuk menghubungkan masing-masing komputer dan topologi jaringan yang terbentuk adalah jaringan mesh. Berikut adalah beberapa keuntungan dari sebuah jaringan wireless ad-hoc:
  • Jaringan wireless Ad-Hoc sangat sederhana dalam men-setup nya. Tancapkan adapter wireless ke pada laptop / computer, configure softwarenya, dan andapun sudah bisa melakukan komunikasi antar laptop
  • Jaringan Ad-Hoc adalah murah karena anda tidak memerlukan sebuah wireless access point.
  • Jaringan Ad-Hoc adalah cepat. Rate throughputnya antar adapter dua kali lebih cepat daripada anda menggunakan wireless access point dalam topology infrastcruture.


2.    Jaringan infrastructure
Jaringan infrastructure merupakan jaringan yang menggunakan suatu piranti Wifi yang disebut Access Point (AP) sebagai suatu bridge antara piranti wireless dan jaringan kabel standard. Konsep jaringan infrastruktur dimana untuk membangun jaringan ini diperlukan wireless lan sebagai pusat.
Wireless lan memiliki SSID sebagai nama jaringan wireless tersebut, dengan adanya SSID maka wireless lan itu dapat dikenali. Pada saat beberapa komputer terhubung dengan SSID yang sama, maka terbentuklah sebuah jaringan infrastruktur.
Terlihat bahwa beberapa komuputer dihubungkan oleh satu wireless lan, disini toplogi jaringan yang terbentuk adalah topologi star. Dengan jaringan Infrastcruture memungkinkan anda untuk melakukan beberapa hal, diantaranya:
  •       Terhubung kepada jaringan kabel LAN. Sebuah wireless access point memungkinkan anda memperluas jaringan LAN anda dengan kemampuan koneksi secara wireless. Komputer pada jaringan kabel dan komputer dengan koneksi wireless bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Hal ini lah yang menjadi kekuatan utama dari topology wireless infrastructure.
  •       Memperluas jangkauan wireless anda. Dengan jalan meletakkan sebuah wireless access point diantara dua wireless adapters memperpanjang jangkauan menjadi dua kali lipat.
  •       Menggunakan kemampuan roaming. Jika anda menggunakan beberapa wireless access point seperti halnya dalam sebuah kantor yang besar atau rumah yang sangat luas, user bisa melakukan roaming antara dua cell access point yang saling terikat, tanpa harus kehilangan koneksi kepada jaringan walau melompat dari satu access point ke access point lainnya. Modus dari wireless access point dengan kemampuan roaming seperti ini disebut WDS (wireless distribution system)
  •        Dengan infrastructure topology, anda bisa berbagi sambungan internet. Mungkin perangkat yang sangat praktis untuk berbagi sambungan internet broadband darisambungan ADSL adalah wireless modem-router yaitu wireless router / gateway yang mempunyai built-in modem ADSL seperti DSL-2640 dari D-Link atau Netgear DGND2000.


         Berikut adalah jenis jenis topologi yang digunakan pada jaringan infrastruktur wireless:
1.        Independent Basic Service Set (IBBS)

AdHoc sering disebut Independent Basic Service Set (IBBS). Jaringan AdHoc terbentuk bila antara client wireless yang dilengkapi dengan wireless LAN Card saling terhubung satu sama lain secara langsung. Pada jaringan ini tidak memerlukan perantara seperti access point atau perangkat lainnya. Topologi Adhoc ini memiliki beberapa kelemahan. Jika client yang terhubung semakin banyak, maka proses transmisi data akan semakin lambat.
Kelemahan lainnya :  karena tidak adanya access point yang dijadikan consentrator pada topologi ini, menyebabkan tidak adanya perangkat yang bisa mengatur wireless client yang tekoneksi. Collusion atau tabrakan pun sangat mungkin terjadi.

2.      Basic Service Set (BSS) 

Koneksi antar wireless client pada topologi ini diperantarai oleh sebuah perangkat access point. Setiap wireless client yang ingin terhubng dengan client lainnya harus terhububung dulu dengan access point yang digunakan.
3.        Extended Service Set (ESS)
Pada topologi ESS terdapat lebih dari satu access point yang digunakan. Tujuannya adalah untuk menjangkau area yang lebih jauh lagi. Jadi, bisa dikatakan topologi ESS ini merupakan gabungan atau kumpulan dari topologi BSS.
Pada topologi BSS atau ESS, kita bisa memadukannya dengan jaringan kabel. Koneksi ini biasa disebut infrastruktur, dimana wireless client dapat terhubng dan berkomunikasi dengan client lain pada jaringan kabel.

F.   Arsitektur WLAN (Wireless Local Area Networking)
Saat anda menginstal, mengkonfigurasi dan akhirnya memulai suatu peralatan wireless LAN klien sebagai suatu USB klien atau PCMIA, klien secara otomatis “mendengar” untuk melihat apakah ada suatu wireless LAN didalam range. Klien juga menemukan jika dapat berhubungan dengan wireless LAN tersebut. Proses “mendengar” disebut juga dengan scanning. Scanning terjadi sebelum proses lainnya, dikarenakan scanning adalah sebagaimana klien menemumkan network. Ada dua tipe scanning : pasif scanning dan aktif scanning. Didalam menemukan sebuah access point, pemancar klien mengikuti sebuah jejak breadcumbs kiri oleh access point. Breadcrumbs ini desebut juga service set identifiers (SSSID) dan rambu-rambu. Tool ini melayani sebagai sebuah titik tengah untuk sebuah pemancar klien untuk mencari suatu dan semua access point.

     G.     Perangkat Keras yang digunakan WLAN :
  •           Access Point
  •       Kabel
  •       PC


Sumber :

pert 13