Thursday, July 2, 2020
Wednesday, July 1, 2020
TUGAS ADIMINISTRASI JARINGAN , PERTEMUAN 10
Studi Kasus - Tugas Individual
1. Melakukan konfiguarsi IP Address dengan menggunakan Subnetting pada perangkat Komputer dan Laptop yang terhubung. Tidak dianjurkan menggunakan /24,
2. Berikan IP Address dengan menggunakan subnetting /30 terhadap interface yang terhubung secara langsung dari router ke router,
3. Terapkan konfigurasi Routing Dynamic,
4. Serta pastikan seluruh Client di Kantor Cabang 1, kantor cabang 2 dan kantor cabang 3 dapat saling terkoneksi dengan baik \
5. Setelah jaringan berjalan sesuai dengan fungsinya, upload dokumentasi pembuatan jaringan kedalam blog
-Tanton juga youtube kita: https://youtu.be/AD54sROG6iI
Penyelesaian:
1.Buka Software Cisco Packet Tracer Student
2.Lalu Buat Skema jaringan Perusahaan tersebut seperti gambar dibawah:
3.Lalu Masuk ke
Router 1 dan atur CLI nya berikut kodinganya:
Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname R1
R1(config)#int s0/0/1
R1(config-if)#ip add 10.20.2.1 255.255.255.252
R1(confif-if)#no shutdown
R1(config-if)#ex
R1(config) int s0/1/0
R1(config-if)#ip add 10.20.1.5 255.255.255.252
R1(config-if)#no shutdown
R1(Config)int Fa0/1
R1(Config-if)#ip add 10.1.20.1 255.255.255.224
R1(config-if)#no shutdown
R1(Config-if)#ex
R1(config)#router eigrp 1
R1(config-router)#network 10.20.1.0
R1(config-router)#network 10.20.2.0
R1(config-router)#network 10.1.20.0
R1(config-router)#no auto-summary
R1(config-router)#ex
R1(config)#ip dhcp pool cabang1
R1(dhcp-config)#default-router 10.1.20.1
R1(dhcp-config)#dns-server 10.1.20.1
R1(dhcp-config)#network 10.1.20.0 255.255.255.224
R1(dhcp-router)#ex
Router#conf t
Router(config)#hostname R1
R1(config)#int s0/0/1
R1(config-if)#ip add 10.20.2.1 255.255.255.252
R1(confif-if)#no shutdown
R1(config-if)#ex
R1(config) int s0/1/0
R1(config-if)#ip add 10.20.1.5 255.255.255.252
R1(config-if)#no shutdown
R1(Config)int Fa0/1
R1(Config-if)#ip add 10.1.20.1 255.255.255.224
R1(config-if)#no shutdown
R1(Config-if)#ex
R1(config)#router eigrp 1
R1(config-router)#network 10.20.1.0
R1(config-router)#network 10.20.2.0
R1(config-router)#network 10.1.20.0
R1(config-router)#no auto-summary
R1(config-router)#ex
R1(config)#ip dhcp pool cabang1
R1(dhcp-config)#default-router 10.1.20.1
R1(dhcp-config)#dns-server 10.1.20.1
R1(dhcp-config)#network 10.1.20.0 255.255.255.224
R1(dhcp-router)#ex
R1(config)#do wr
Building configuration...
[OK]
4.Setelah itu lanjut ke Router 2 dan
atur CLI nya berikut kodingannya:
Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname R2
R2(config)#int s0/1/0
R2(config-if)#ip add 10.20.1.6 255.255.255.252
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#ex
R2(config)#int s0/1/1
R2(config-if)#ip add 10.20.3.10 255.255.255.252
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#ex
R2(config)#int Fa0/1
R2(config-if)#ip add 10.2.20.1 255.255.255.224
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#exit
R2(config)#router eigrp 1
R2(config-router)#network 10.2.20.0
R2(config-router)#network 10.20.1.0
R2(config-router)#network 10.20.3.0
R2(config-router)#no auto-summary
R2(config-router)#ex
R2(config)#ip dhcp pool cabang2
R2(dhcp-config)#default-router 10.2.20.1
R2(dhcp-config)#dns-server 10.2.20.1
R2(dhcp-config)#network 10.2.20.0 255.255.255.224
R2(dhcp-config)#ex
R2(config)# do wr
Building configuration...
[OK]
5.Lalu ke Router 3 dengan kodingan
CLI sebagai berikut:
Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname R3
R3(config)#int s0/1/1
R3(config-if)#ip add 10.20.3.9 255.255.255.252
R3(config-if)#no shutdown
R3(config-if)#ex
R#(config)#int s0/0/1
R3(config-if)#ip add 10.12.2.2 255.255.255.252
R3(config-if)#no shutdown
R3(config-if)#ex
R3(config)#int Fa0/1
R3(config-if)#ip add 10.3.20.1 255.255.255.240
R3(config-if)#no shutdown
R3(config-if)#ex
R3(config)#router eigrp1
R3(config-router)#network 10.20.2.0
R3(config-router)#network 10.20.3.0
R3(config-router)#network 10.3.20.0
R3(config-router)#no auto-summary
R3(config-router)#ex
R3(config)#ip dhcp pool cabang3
R3(dhcp-config)#default-router 10.3.20.1
R3(dhcp-config)#dns-server 10.3.20.1
R3(dhcp-config)#network 10.3.20.0 255.255.255.240
R3(dhcp-config)#ex
R3(config)#do wr
Building configuration...
[OK]
6. Setelah semua router
di koding selanjutnya buka semua pc dan laptop ganti IP Configuration yang
tadinya static menjadi DHCP
7. Setelah selesai lakukan percobaan ping antar pc
yang ada di cabang 1 ke cabang 2 dan cabang 3
SS Hasil ping PC cabang 1 ke cabang 2
SS Hasil ping PC cabang 1 ke cabang 2
SS Hasil ping PC cabang 1 ke cabang 3
SS Hasil ping PC cabang 2 ke cabang 1
SS Hasil ping PC cabang 2 ke cabang 3
SS Hasil ping PC cabang 3 ke cabang 1
SS Hasil ping PC cabang 3 ke cabang 2
Monday, June 8, 2020
Wednesday, April 15, 2020
TUGAS ADMINISTRASI JARINGAN
Nama : Karisma Akbar Maulana
NIM : 13180810
Kelas : 13.4B.21
Konfigurasi Legancy Inter-VLAN Routing
- Skema Jaringan Komputer Legancy Inter-VLAN Routing
- Hasil uji menggunakan Command Prompt
Monday, March 30, 2020
PERBEDAAN MODEL KAMANAN JARINGAN WIRELESS_Administrasi Jaringan
PERBEDAAN MODEL KAMANAN JARINGAN
WIRELESS
Berikut ini adalah
perbedaan model keamanan jaringan wireless menggunakan :
- WEP
- WPA
- WPA2
- HOTSPOT LOGIN
1. WEP
WEP adalah security untuk wireless
yang agak lama. Jenis security ini mudah untuk dicrack atau disadap orang
luar/suatu metode pengamanan jaringan nirkabel atau wireless. WEP menggunakan
64 bit dan 128 bit, WEP hanya boleh memasukan 0-9 dan A-F (hexadecimal). Kepanjangan
key bergantung jenis security anda, jika 64 bit anda dapat memasukan 10 key dan
untuk 128 key anda dapat masukkan 26 key. Tidak boleh kurang dan lebih.
Enkripsi WEP menggunakan kunci yang
dimasukkan oleh administrator ke client maupun access point, kunci tersebut
harus cocok dari yang diberikan access point ke client, dengan yang dimasukkan
client untuk authentikasi menuju access point dan WEP mempunyai standar
802.11b.
Sekarang sudah banyak yang
meninggalkan WEP karena banyaknya kelemahan sehingga penggemar wifi maupun
orang yang memiliki kemampuan hacking wireless dapat dengan mudah membobol
enskripsi tersebut.
Kelemahan WEP antara lain :
- Masalah kunci yang lemah dengan menggunakan algoritma RC4 dapat dengan mudah dipecah
- WEP menggunakan kunci yang bersifat statis
- Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32)
- Masalah initialization vector (IV) WEP
2. WPA
WPA adalah security yang lebih
update dari WEP. WPA-PSK mempunyai descryption yang ada pada WEP. WPA
adalahmodel compatible dengan spesifikasi standar draf IEEE 802.11i. adanya WPA
yang menggantikan WEP mungkin membuat pengguna wireless sedikit lebih tenang
karena mempunyai mekanisme enkripsi yang
lebih kuat daripada WEP. Mungkin saat ini sudah ada yang mampu memecah enkripsi
WPA, tetapi mungkin memerlukan waktu yang lama untuk memecahkan enkripsi
tersebut. Namun bukan tidak mungkin seiring berkembangnya ilmu dan teknologi
suatu saat WPA akan dengan mudah
dipecahkan dalam waktu yang lebih cepat. Panjang key adalah 8-63, anda
boleh memasukkan sama (64 hexadesimal/ASCII).
3. WPA2
WPA2/PSK
adalah security terbaru untuk wireless dan lebih bagus dari WEP dan WPA-PSK,
tetapi masih bisa untuk di crack atau disadap tetapi sangat memakan banyak
waktu. Dalam WPA2-PSK ada dua jenis decryption, Advanced
Encryption Standard (AES) dan Temporal Key Integrity Protocol (TKIP).
TKIP banyak kelemahan oleh itu lebih baik anda gunakan AES. Panjang key adalah
8-63, anda boleh memasukkan sama ada 64 hexadecimal atau
ASCII.
Oleh
karena itu saya sarankan kepada anda untuk memakai WPA2-PSK (AES), selain lebih
aman, WPA2-PSK lebih lama untuk crack. Tapi ingat! Anda perlu
pastikan wireless router anda dan wifi adapter anda support WPA
dan WPA2.
4.
HOTSPOT LOGIN
Hotspot adalah suatu istilah bagi
sebuah area dimana orang atau user bisa mengakses jaringan
internet asalkan menggunakan PC, laptop atau perangkat lainnya dengan fitur yang
ada WiFi (Wireless Fidelity) sehingga dapat mengakses internet tanpa
media kabel. Definisi hotspot yang lain adalah area dimana seorang client dapat
terhubung dengan internet secara wireless (nirkabel atau tanpa
kabel) dari PC, Laptop, notebook ataupun gadget seperti handphone dalam
jangkauan radius kurang lebih beberapa ratus meteran tergantung dari kekuatan
frekuensi atau signalnya.
Sistem keamanan Wi-Fi masih jauh
dari sempurna. Dari dua pilihan sistem keamanan yang tersedia (WEP atau WAP),
manakah yang layak anda gunakan. Fleksibilitas dan kenyamanan koneksi merupakan
dampak positif yang paling kita rasakan saat menggunakan jaringan Wi-Fi. Akan
tetapi, koneksi Wi-Fi juga menyimpan risiko keamanan tersendiri. Sifat yang
secara nirkabel secara tidak langsung membuka celah PC anda bagi siapa saja
yang ikut serta dan bila perlu menyadap lalu-lintas data yang ditransmisikan
dalam jaringan Wi-Fi.
Hingga saat ini dua standar keamanan dalam jaringan Wi-Fi sudah disodorkan. Standar yang pertama adalam WEP (Wired Equivalent Protocol), disusul standar WPA (Wi-Fi Protected Access). WEP mengamankan lalu lintas informasi pada jaringan Wi-Fi dengan menggunakan sistem “kunci pengaman” yang disebut “WEP key”. Dengan WEP key ini semua lalu lintas data terlebih dahulu di-encode atau encrypt sebelum ditransmisikan ke udara sehingga mencegah akses terhadap pihak yang tidak berkepentingan.
Hingga saat ini dua standar keamanan dalam jaringan Wi-Fi sudah disodorkan. Standar yang pertama adalam WEP (Wired Equivalent Protocol), disusul standar WPA (Wi-Fi Protected Access). WEP mengamankan lalu lintas informasi pada jaringan Wi-Fi dengan menggunakan sistem “kunci pengaman” yang disebut “WEP key”. Dengan WEP key ini semua lalu lintas data terlebih dahulu di-encode atau encrypt sebelum ditransmisikan ke udara sehingga mencegah akses terhadap pihak yang tidak berkepentingan.
Sumber :
WLAN (Wireless Local Area Networking)_Administrasi Jaringan
WLAN (WIRELESS LOCAL AREA NETWORK)
WLAN adalah singkatan
dari Wireless Local Area Network yaitu suatu jenis jaringan komputer yang
menggunakan gelombang radio sebagai alat atau media transmisi data. Informasi
atau data ditransfer dari satu komputer ke komputer yang lainnya menggunakan
gelombang radio. WLAN juga sering disebut dengan Jaringan Nirkabel atau
jaringan wireless.
B. Komponen - Komponen WLAN (Wireless Local Area Networking)
Komponen-komponen WLAN, pada umumnya seperti:
- Mobile atau Desktop PC – Perangkat akses untuk user, mobile PC biasanya sudah terpasang pada port PCMCIA. Tetapi untuk Desktop PC umumnya harus ditambahkan wireless adapter melalui PCI card ataupun USB.
- Access Point – Perangkat yang menjadi sentral koneksi dari user ke ISP, Access-Point memiliki fungsi untuk mengkonversikan sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui media kabel, ataupun disalurkan ke perangkat WLAN yang lainnya dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi radio.
- WLAN Interface – Peralatan yang dipasangkan di Mobile atau desktop PC (Personal Computer), peralatan yang dikembangkan secara massal yaitu dalam bentuk PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) card, PCI card maupun melalui port USB.
- Antena – Antena external (optional) yang dipakai untuk memperkuat daya pancar. Antena tersebut dapat dirakit sendiri oleh pengguna/user.
Kelebihan :
- Mobilitas tinggi – Memungkinkan pemakainya untuk mengakses informasi dimana pun dia berada tentunya dalam jangkauan WLAN, tak terpaku pada satu tempat saja. Mobilitas yang tinggi tentunya bisa meningkatkan kualitas layanan dan kualitas produktivitas.
- Mudah dan kecepatan instalasi – Instalasi WLAN tergolong mudah dan juga cepat, sebab dapat dilakukan tanpa harus memasangkan kabel di atap/dinding.
- Sangat Fleksibel – Memungkinkan untuk membuat jaringan komputer dimana kabel tidak memungkinkan untuk digunakan.
- Menurunkan biaya kepemilikan – Meskipun biaya investasi awal untuk perangkat keras WLAN lebih mahal daripada LAN, tapi biaya instalasi dan perawatan jaringan WLAN lebih murah, sehingga secara total dapat menurunkan besar biaya kepemilikan.
- Scalable – Dapat menggunakan berbagai macam topologi jaringan komputer sesuai dengan kebutuhan.
- Kerahasian dan keamanan data kurang terjamin.
- Biaya peralatannya rata-rata mahal.
- Delay (penundaan) yang besar.
- Adanya masalah propagasi radio misalnya seperti: terhalang, terpantul & banyak sumber interferensi.
- Kapasitas dari jaringan menghadapi keterbatasan spektrum (pita frekuensi tak dapat diperlebar akan tetapi dapat dimanfaatkan secara efisien).
Jaringan nirkabel biasaya dikenal dengan istilah
jaringan WiFi (Wireless Fidelity), untuk jarak jangkauan dalam satuan sekian
ratus meter, dengan daya sekian puluh mW. Wireless LAN yang paling populer
adalah jaringan 802.11b. Wireless LAN membutuhkan access point di
mana semua perangkat wireless terhubung ke access point tersebut,
yang kemudian menghubungkan user ke jaringan kabel. Wireless LAN digunakan di
gedung perkantoran, kampus, atau rumah, supaya user bisa berbagi satu koneksi
Internet. Terdapat beberapa standar untuk teknologi wireless LAN, diantaranya
adalah :
- 802.11b, perangkat dengan standar versi ini mempunyai kecepatan transfer data sampai 11Mbps pada frekuensi 2,4 GHz.
- 802.11a, perangkat dengan standar versi ini mempunyai kecepatan transfer data sampai 54 Mbps pada frekuensi 5 GHz.
- 802.11g, perangkat dengan standar versi ini mempunyai kecepatan transfer data sampai 54 Mbps pada frekuensi 2,4 GHz. Wireless LAN merupakan teknologi yang berhasil dan populer, yang menyebar luar dan diintegrasikan ke dalam laptop sebagai perangkat standar.
Teknologi yang digunakanoleh jaringan WLAN dan LAN juga berbeda,
jika pada WLAN menggunakan teknologi wireless (IEEE 802.11) sedangkan jaringan
LAN menggunakan teknologi ethernet (IEEE 802.3). Menurut standar IEEE untuk
WLAN ada dua model topologi utama, yaitu :
- AdHoc
- Infrastruktur
1. Jaringan Ad Hoc Jaringan Ad Hoc merupakan suatu jaringan yang terdiri dari dua atau lebih
piranti wireless yang berkomunikasi secara langsung satu sama lain. Sinyal yang
dihasilkan oleh interface adapter Jaringan Wifi adalah berarah Omni keluar ke
rentang jangkauan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan, dan juga
sifat dari piranti yang terlibat. Jangkauan ini disebut sebagai suatu area
layanan dasar (BSA – Basic Service Area). Jika dua piranti berdekatan
pada jangkauan satu sama lain, mereka bisa berkomunikasi satu sama lain, dan
segera membentuk 2 node jaringan. Piranti jaringan yang berada pada area layanan dasar disebut
suatu set layanan dasar (BSS – Basic Service Set).
Jika ada
satu lagi piranti wireless mendekat masuk dalam jangkauan BSA ini juga bisa
berpartisipasi dalam jaringan. Akan tetapi jaringan Ad Hoc tidaklah transitive , artinya jika dua
piranti A dan B saling berkomunikasi dalam jangkauan piranti A, maka jika ada
satu piranti C masuk dalam jangkauan piranti B tetapi tidak masuk dalam
jangkauan A, maka piranti C tidak bisa berkomunikasi dengan piranti A.
Berbeda
dengan jaringan infrastruktur, jaringan ad-hoc tidak membutuhkan sebuah
wireless lan untuk menghubungkan masing-masing komputer dan topologi jaringan
yang terbentuk adalah jaringan mesh. Berikut adalah beberapa
keuntungan dari sebuah jaringan wireless ad-hoc:
- Jaringan wireless Ad-Hoc sangat sederhana dalam men-setup nya. Tancapkan adapter wireless ke pada laptop / computer, configure softwarenya, dan andapun sudah bisa melakukan komunikasi antar laptop
- Jaringan Ad-Hoc adalah murah karena anda tidak memerlukan sebuah wireless access point.
- Jaringan Ad-Hoc adalah cepat. Rate throughputnya antar adapter dua kali lebih cepat daripada anda menggunakan wireless access point dalam topology infrastcruture.
2. Jaringan infrastructure
Jaringan infrastructure
merupakan jaringan yang menggunakan suatu piranti Wifi yang disebut Access
Point (AP) sebagai suatu bridge antara piranti wireless dan jaringan kabel
standard. Konsep jaringan infrastruktur dimana untuk membangun jaringan ini
diperlukan wireless lan sebagai pusat.
Wireless lan memiliki SSID
sebagai nama jaringan wireless tersebut, dengan adanya SSID maka wireless lan
itu dapat dikenali. Pada saat beberapa komputer terhubung dengan SSID yang
sama, maka terbentuklah sebuah jaringan infrastruktur.
Terlihat
bahwa beberapa komuputer dihubungkan oleh satu wireless lan, disini toplogi
jaringan yang terbentuk adalah topologi star. Dengan jaringan
Infrastcruture memungkinkan anda untuk melakukan beberapa hal, diantaranya:
- Terhubung kepada jaringan kabel LAN. Sebuah wireless access point memungkinkan anda memperluas jaringan LAN anda dengan kemampuan koneksi secara wireless. Komputer pada jaringan kabel dan komputer dengan koneksi wireless bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Hal ini lah yang menjadi kekuatan utama dari topology wireless infrastructure.
- Memperluas jangkauan wireless anda. Dengan jalan meletakkan sebuah wireless access point diantara dua wireless adapters memperpanjang jangkauan menjadi dua kali lipat.
- Menggunakan kemampuan roaming. Jika anda menggunakan beberapa wireless access point seperti halnya dalam sebuah kantor yang besar atau rumah yang sangat luas, user bisa melakukan roaming antara dua cell access point yang saling terikat, tanpa harus kehilangan koneksi kepada jaringan walau melompat dari satu access point ke access point lainnya. Modus dari wireless access point dengan kemampuan roaming seperti ini disebut WDS (wireless distribution system)
- Dengan infrastructure topology, anda bisa berbagi sambungan internet. Mungkin perangkat yang sangat praktis untuk berbagi sambungan internet broadband darisambungan ADSL adalah wireless modem-router yaitu wireless router / gateway yang mempunyai built-in modem ADSL seperti DSL-2640 dari D-Link atau Netgear DGND2000.
Berikut adalah jenis jenis topologi yang digunakan pada jaringan
infrastruktur wireless:
1.
Independent
Basic Service Set (IBBS)
AdHoc sering disebut Independent
Basic Service Set (IBBS). Jaringan AdHoc terbentuk bila antara client
wireless yang dilengkapi dengan wireless LAN Card saling terhubung satu sama
lain secara langsung. Pada jaringan ini tidak memerlukan perantara seperti
access point atau perangkat lainnya. Topologi Adhoc ini memiliki beberapa
kelemahan. Jika client yang terhubung semakin banyak, maka proses transmisi
data akan semakin lambat.
Kelemahan lainnya : karena tidak adanya access point yang
dijadikan consentrator pada topologi ini, menyebabkan tidak adanya perangkat yang
bisa mengatur wireless client yang tekoneksi. Collusion atau tabrakan pun
sangat mungkin terjadi.
2. Basic Service Set (BSS)
Koneksi
antar wireless client pada topologi ini diperantarai oleh sebuah perangkat
access point. Setiap wireless client yang ingin terhubng dengan client lainnya
harus terhububung dulu dengan access point yang digunakan.
3.
Extended Service Set
(ESS)
Pada topologi ESS terdapat lebih dari satu access point yang
digunakan. Tujuannya adalah untuk menjangkau area yang lebih jauh lagi. Jadi,
bisa dikatakan topologi ESS ini merupakan gabungan atau kumpulan dari topologi
BSS.
Pada topologi BSS atau ESS, kita bisa memadukannya dengan jaringan
kabel. Koneksi ini biasa disebut infrastruktur, dimana wireless
client dapat terhubng dan berkomunikasi dengan client lain pada jaringan kabel.
F. Arsitektur WLAN (Wireless Local Area Networking)
Saat anda menginstal, mengkonfigurasi dan akhirnya memulai suatu
peralatan wireless LAN klien sebagai suatu USB klien atau PCMIA, klien secara
otomatis “mendengar” untuk melihat apakah ada suatu wireless LAN didalam range.
Klien juga menemukan jika dapat berhubungan dengan wireless LAN tersebut. Proses
“mendengar” disebut juga dengan scanning. Scanning terjadi sebelum proses
lainnya, dikarenakan scanning adalah sebagaimana klien menemumkan network. Ada dua
tipe scanning : pasif scanning dan aktif scanning. Didalam menemukan sebuah
access point, pemancar klien mengikuti sebuah jejak breadcumbs kiri oleh access
point. Breadcrumbs ini desebut juga service set identifiers (SSSID) dan
rambu-rambu. Tool ini melayani sebagai sebuah titik tengah untuk sebuah
pemancar klien untuk mencari suatu dan semua access point.
G. Perangkat Keras yang
digunakan WLAN :
- Access Point
- Kabel
- PC
Subscribe to:
Comments (Atom)
-
PENGERTIAN, FUNGSI, KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ICMP, POP3, SMTP, FTP, ARP, IPV4 DAN IPV6( LENGKAP ) I. 1. ICMP ICMP sendi...
-
PERBEDAAN MODEL KAMANAN JARINGAN WIRELESS Berikut ini adalah perbedaan model keamanan jaringan wireless menggunakan : WEP WP...




















